Kamis, 14 Juli 2016

Tata Cara Umroh


Tata cara Umroh merupakan suatu kaifiat yang sangat penting untuk di pahami terlebih dahulu oleh para Jamaah, baik di mulai dari rukun Umroh, Sunnah umroh sampai hal-hal yang menjadi aturan dari petugas travel atau lembaga yang menyelenggarakan kegiatan umroh ini.

    Apabila di lihat dari pengertian, hakikat umrah itu adalah berkunjung atau mengunjungi. Apabila Haji berarti menyengaja mendatangi Baitul ka’bah, maka umroh pun tidak jauh berbeda dan berarti mengunjungi Baitul Ka’bah di Makkah. Disana para Jamaah melakukan ritual ibadah yang sudah menjadi rukun dan Sunnah nya seperti  ihram, thawaf, sa’I, dan miqat. Hal yang harus di perhatikan adalah bahwa di dalam umroh para jamaah tidak akan melaksanakan wukuf di padang Arafah karena hanya ada dalam ibadah Haji saja.

Waktu pelaksanaan umroh bisa di lakukan kapan saja , terkecuali tidak boleh di lakukan pada bulan Dzulhijah, pas waktu pelaksanaan ibadah haji. Dibawah ini kita bisa mempelajari tata cara atau kaifiat pelaksanaan umroh yang baik sesuai Sunnah Rasul yaitu:


1.    Untuk yang pertama kali di lakukan, para jamaah di antarkan ke tempat penginapan salah satu nya yaitu ke Bir Ali. Disana jamaah di wajibkan memulai dengan berpakaian ihram dan berniat umroh dengan melaksanakan halaat sunat dua rakaat.
Adapun Niat Umrah dalam Bahasa arab yaitu : “labbaikallahumma Umratan” yang artinya aku menyambut panggilan Mu ya Allah untuk melaksanakan Umroh.
2.    Ketika melakukan ihrom, jamaah tidak boleh menggunakan parfum atau pewangi yang lain, tidak mandi memakai sabun, menggunakan pasta gigi ketika menyikat gigi, memakai pakaian selain ihram seperti peci atau yang lainnya.
3.    Dalam setiap perjalanan menuju kota mekkah di sunnahkan untuk memperbanyak bacaan kalimat talbiyah dan kalimat toyyibah untuk Allah swt.
bacaan talbiyah dalam Bahasa arab yaitu:
“Labbaikallahumma labbaika, labbaikalaa syariika laka labbaika, innal hamda wanni’mata laka wal mulka laa syariikalaka”
4.    Setelah sampai di masjidil haram, kemudian langsung melaksanakan Tawaf yakni:
a.    mengelilingi Baitul ka’bah sebanyak 7 kali. Untuk putaran ke satu sampai ketiga dengan berlari-lari kecil., dan putaran ke empat sampai terakhir dengan berjalan biasa.
b.    Tempat awal memulai tawaf yaitu antara pintu ka’bah dan lmpu yang di pasang di sisi masjid. Di dalam ilmu fiqih di sebutkan untuk memulai dan mengakhiri utaran tawaf yaitu tepat garis lurus pada hajar aswad.
c.    Pada batas yang di sebutkan di atas, jamaah kemudian melambaikan tangan 3 kali dengan mengahadapkan telapak tangan ke hajar aswad dengan mengucapkan “Bismillah, Allahu Akbar’
d.    Ketika berlari atau berjalan mengelilingi ka’bah, perbanyak membaca do’a. salah satu nya yaitu membaca do’a sapu jagad.
5.    Setelah selesai tawaf, kemudian shalat dua rakaat di depan makam Ibrahim atau juga sering di sebut Hijr Ismail.
6.    Sebelum melakukan sa’I, jamaah umro diharapkan meminum air zam-zam terlebih dahulu. Dan jangan lupa untuk membaca do’a.
7.    Sa’I adalah berlari-lari kecil antara shofa dan Marwah. Yang merupakan suatu bukit yang Allah ciptakan dengan di berikan suatu kesucian dan keagungan pada ke dua tempat ini. Jamaah melakukan sai sebanyak 7 kali bolak balik seperti halnya di lakukan pertama kali oleh ibunda Nabi Ismail. Untuk menghitungnnya yaitu dari shafa ke marwah berarti satu kali, dari marwah ke shafa dua kali dan seterusnya.
8.    Mencukur rambut atau tahalul.



0 komentar ttg Tata Cara Umroh:

Posting Komentar